Tiga filosofi dari struktur beton tahan gempa modern

Light Earthquake : Kerusakan ringan pada non-struktural seperti dinding, kusen, plafond, lantai granit, dan sebagainya sehingga memerlukan sedikit perawatan. Sedangkan struktur masih utuh, sehingga kerugian minim dan keselamatan penghuni aman (immediate occupancy/IO).
Moderate earthquake : Kerusakan struktur ringan, dapat diperbaiki/maintenance struktur ringan. Selain itu juga mengalami kerusakan non struktural seperti dinding rusak parah. Dalam kasus ini gedung tidak kolaps sehingga kerugian cukup sedang dan keselamatan penghuni masih aman (Life Safety/LS).
Strong Earthquake : Mengalami kerusakan berat secara struktural dan non struktural. Struktur gedung sudah tidak layak untuk diperbaiki namun gedung tidak kolaps sehingga kerugian hanya berupa materiil dan keselamatan penghuni masih aman (Collapse Prevention/CP).
Lalu mengapa kita tidak perlu mendesain struktur untuk menahan beban gempa maksimum yang mengacu pada peta gempa aturan yang berlaku?

Dalam prosedur berdasarkan SNI gempa, struktur bangunan tahan gempa pada prinsipnya direncanakan terhadap beban gempa yang direduksi dengan suatu faktor modifikasi respons struktur (R) yang merupakan representasi tingkat daktilitas yang dimiliki struktur. Dengan penerapan konsep ini, pada saat gempa kuat terjadi maka elemen-elemen struktur bangunan diperbolehkan mengalami plastifikasi sebagai sarana untuk pendisipasian energi gempa yang diterima struktur.
Apa yang dimaksud dengan daktilitas? Bagaimana implementasi pada struktur beton?
Pada saat gempa kuat terjadi maka elemen-elemen struktur bangunan diperbolehkan mengalami plastifikasi sebagai sarana untuk pendisipasian energi gempa yang diterima struktur. Dalam kasus ini dinamakan daktilitas. Untuk menjamin hal itu elemen-elemen struktur bangunan yang diharapkan mengalami plastifikasi harus diberi detailing penulangan yang memadai agar perilakunya tetap stabil walaupun telah mengalami deformasi yang besar.
Mengapa tulangan baja diharuskan untuk mengalami leleh lebih dulu sebelum beton mengalami kegagalan?

Jika dilihat pada grafik diatas titik leleh pertama merupakan titik awal dimana akan menuju elastis atau non-linear.
Ketika gedung mengalami simpangan pasca-elastik yang besar secara berulang kali dan bolak-balik akibat beban gempa di atas beban gempa yang menyebabkan terjadinya pelelehan pertama (first yield), sambil mempertahankan kekuatan dan kekakuan yang cukup, sehingga struktur gedung tersebut tetap berdiri, walaupun sudah berada dalam kondisi di ambang keruntuhan.